Facebook Akan Ditutup Di Indonesia? Benar Atau Hoax? Simak Selengkapnya!

Kabar ditutupnya facebook di indonesia
Kabar ditutupnya Facebook di indonesia

Facebook Akan Ditutup Di Indonesia? Benar Atau Hoax?

Sepekan terakhir ini banyak isu beredar yang mengatakan bahwa situs jejaring sosial terbesar di dunia yaitu Facebook akan ditutup atau diblokir di Indonesia. Kabar ini tentu saja membuat banyak orang khawatir mengingat banyaknya pengguna Facebook di Indonesia, dan tidak sedikit juga masyarakat yang memanfaatkan media sosial ini sebagai sarana pemasaran dari usahanya.

Latar Belakang  Isu Penutupan Facebook Di Indonesia

Awalnya terjadi kontroversi skandal Cambridge Analytica menuding bahwa data para pengguna Facebook telah "bocor", namun setelah ditelisik lebih dalam, ternyata data pengguna Facbook bukan bocor, melainkan telah disalahgunakan oleh Cambridge Analytica, diduga untuk kepentingan politik.

Lagipula, data-daata yang diambil bukanlah data berupa pesan pribadi pengguna facebook, melainkan data-data pribadi pengguna yang tercantum di profil publik pengguna.

Ketidakjelasan informasi yang terjadi di kalangan netizen menyebabkan isu ini semakin memanas, sampai-sampai DPR RI memanggil pihak Facebook untuk meminta penjelasan, dan berujung pada wacana diblokirnya Facebook di Indonesia. (sumber : liputan6.com)

Baca Juga : Kumpulan Soal SBMPTN dan Pembahasan Lengkap Dari Tahun 2008-2017 Update 2018

Meski begitu, isu yang beredar luas mengenai penutupan Facebook di Indonesia adalah hoax, atau tidak benar.

Ya, pemerintah memang bisa dan berhak memberikan sanksi pemblokiran kepada pihak Facebook atas disalahgunakannya data jutaan pengguna Facebook khususnya Indonesia oleh Cambridge Analytica.

Namun, sampai artikel ini ditulis, belum ada kepastian bahwa tanggal 24 April mendatang pemerintah benar-benar akan memblokir Facebook di Indonesia. Lagipula, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, dalam beberapa kesempatan tidak pernah menyinggung akan memblokir Facebook dari Indonesia. (sumber : makassar.tribunnews.com)

Satu-satunya pernyataan tegas Rudiantara terkait isu penutupan Facebook adalah Menkominfo akan melakukan pemblokiran jika Facebook terbukti disalahgunakan sebagai sarana menghasut atau adu domba. 

"Kalau ada indikasi bahwa Facebook di Indonesia digunakan untuk penghasutan, seperti yang terjadi di Myanmar. Saya tidak punya keraguan untuk blokir", begitu ujar Rudiantara beberapa ahri yang lalu (dikutip dari makassar.tribunnews.com)

Pada Surat Peringatan (SP) yang dikirimkan, Menkominfo sudah meminta pihak Facebook untuk melakukan audit dan menyerahkan hasil audit sejak sepekan setelah pengumuman adanya data pengguna Facebook di Indonesia yang ikut disalahgunakan dalam skandal Cambridge Analytica (CA). 

Namun setelah tenggat waktu yang telah ditentukan, pihak Facebook belum juga mengirimkan hasil audit yang diminta oleh Kemenkominfo. Alhasil, Kemenkominfo pun melayangkan Surat Peringatan (SP) yang kedua.

"Saat ini, sudah SP II. Kita tunggu, nanti setelah SP II bisa ditingkatkan menjadi pemutusan layanan sementara jika diperlukan," ujar Rudiantara, Rabu (11/4/2018). (dikutip dari Liputan6.com)

Jika hasil dari audit sudah diketahui, pemerintah akan bisa menakar potensi masalah yang akan terjadi dari kasus penyalahgunaan data pengguna Facebook  Indonesia dalam skandal Cambridge Analytica (CA). Dengan begitu, pemerintah bisa mengambil langkah penanganan yang tepat.


2 komentar

Untung gue gak pernah gubris prihal ini.. Tapi kalau bisa jangan deh ntar gak bisa jualan lagi huhuhu����

itu kenapa setiap ada isu-isu baru, jangan ditelan mentah-mentah, dicaritau dulu kebenarannya.

# Komentar sesuai topik
# Sopan
# Jangan SPAM
EmoticonEmoticon